Effect of Differences in Soil Texture on Growth and Productivity of Forage (Pennisetum purpureum)

Posted: September 6, 2012 in Tugas kuliah

Pengaruh Perbedaan Tekstur Tanah Pada Pertumbuhan dan Hasil Produksi Hijauan Pakan ( Pennisetum purpureum)
Effect of Differences in Soil Texture on Growth and Productivity of Forage (Pennisetum purpureum)

Yusup Sopian (D1410031)#a,
#aDepartment of Animal Production and Technology, Faculty of Animal Sciences,
Bogor Agricultural University (IPB).
Jl. Agatis Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680

Abstrak
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan tekstur tanah terhadap pertumbuhan dan produktivitas hijaun pakan terutama pada rumput Pennisetum purpureum. Percobaan dilaksanakan dengan tiga media tanam yaitu tanah liat, tanah remah dan pasir. Persentase hasil produksi menunjukan bahwa akar pada media pasir sebesar 26,72%, non edible 73,49%, dan edible 26,50%. Pada media tanah remah akar 16,26%, non edible 54,87% dan edible 45,13%. Pada media tanah liat akar 15,28%, edible 28,93% dan non edible 71,07 % .
Kata kunci: Pennisetum purpureum, edible, non edible, media tanam

Abstrack
Plant growth depends not only on the availability of balanced nutrients but also must be supported by physical and chemical state of good soil. This practical aims to determine the effect of differences in soil texture on growth and productivity forage mainly on grass Pennisetum purpureum. Experiments carried out with three planting medium is clay, soil crumbs and sand. Percentage of production showed that the roots on the medium sand at 26.72%, 73.49% non-dible and edible 26.50%. At the root crumb soil media 16.26%, 54.87% non-edible and edible 45.13%. At the root medium clay 15.28%, edible 28.93%. non-edible 71.07%.

Key words: Pennisetum purpureum, edible, non edible, growing media

1. Pendahuluan

Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh & berkembangnya perakaran penopang tegak tumbuhnya tanaman dan menyuplai kebutuhan air dan udara; secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik sederhana dan unsur-unsur esensial seperti: N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn, B, Cl); dan secara biologi berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh, proteksi) bagi tanaman, yang ketiganya secara integral mampu menunjang produktivitas tanah untuk menghasilkan biomasa dan produksi baik tanaman pangan, tanaman obat-obatan, industri perkebunan, maupun kehutanan (Rachman 2005). Kesesuaian menyeluruh suatu tanah sebagai medium pertumbuhan tanaman tidak hanya tergantung pada keberadaan dan jumlah nutrisi kimia dan adanya toksisitas, tetapi juga atas keadaan dan mobilitas air dan udara, sifat-sifat mekanis tanah serta temperaturnya. Tanah harus remah dan cukup gembur untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman (Hillel 1980).
Tekstur dan struktur tanah adalah ciri fisik tanah yang sangat berhubungan. Kedua faktor ini dijadikan parameter kesuburan tanah, karena menentukan kemampuan tanah tersebut dalam menyediakan unsur hara. Tanah bertekstur kasar memiliki kemampuan yang kecil sekali dalam menyimpan dan menyediakan unsur hara, sebaliknya tanah yang mengandung liat yang cukup lebih akan mampu menyimpan dan menyediakan unsur hara (Adiwiganda, 1998). Tekstur tanah berhubungan erat dengan plastisitas, permeabilitas, kekerasan, kemudahan olah, kesuburan dan produktivitas tanah pada daerah-daerah geografis tertentu (Hakim, dkk, 1986).
Leiwakabessy (1998) menyatakan bahwa pemberian bahan organik yang mudah didekomposisikan misalnya pupuk kandang membantu memperbaiki struktur tanah. Penyusun organik dari pupuk kandang yang penting adalah komponen hidup yaitu jasad mikro terutama dalam hewan pemamah. Sejumlah tertentu dari unsur hara yang terdapat dalam pakan dapat dijumpai kembali dalam kotoran mereka. Pupuk kandang merupakan sumber N2, F yang sangat dibutuhkan tanaman, selain itu juga merupakan sumber unsur Fe, Zn, Cu, dan B.
Pupuk kandang merupakan pupuk organik yang dihasilkan oleh ternak. Leiwakabessy (1998), pupuk kandang merupakan kotoran padat dan cair dari hewan ternak yang tercampur dengan sisa makanan. Setiawan (1996) menyebutkan bahwa pengaruh pemberian pupuk kandang terhadap sifat tanah antara lain : memudahkan penyerapan air hujan, memeperbaiki kemampuan tanah dalam mengikat air, mengurangi erosi, memberikan lingkungan tumbuh yang baik bagi kecambah biji dan akar, dan merupakan sumber unsur hara tanaman. Pupuk kandang membuat tanah lebih subur, gembur, mudah diolah. Kegunaan ini tidak dapat digantikan oleh pupuk buatan.
Pertumbuhan tanaman tidak hanya bergantung pada tersedianya unsur hara yang cukup dan seimbang, tetapi juga harus ditunjang oleh keadaan fisik dan kimia tanah yang baik. Pentingnya sifat-sifat fisik dan kimia tanah yang baik dalam menunjang pertumbuhan tanaman sering tidak disadari karena kesuburan tanah selalu dititik beratkan hanya pada kesuburan kimianya (Rohlini dan Soeprapto,1989). Bahan tanam yang digunakan dalam percobaan ini menggunakan stek batang, menurut Juhardi ( 1995), Teknik perbanyakan vegetatif dengan stek adalah metode perbanyakan tanaman dengan menggunakan bagian tanaman yang dipisahkan dari induknya dimana jika ditanam pada kondisi yang menguntungkan untuk beregenerasi akan berkembang menjadi tanaman yang sempurna.
Menurut Kantarli (1993) dalam Danu dan Nurhasybi (2003), faktor yang mempengaruhi keberhasilan stek berakar dan tumbuh baik adalah 1) Sumber bahan stek, 2) Perlakuan terhadap bahan stek. Media sebagai tempat perkembangan akar merupakan salah satu factor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan stek. Menurut Hartman et al. (1990) dalam Juhardi (1995) media yang baik harus memiliki persyaratan antara lain mampu menjaga kelembaban, memiliki aerasi dan drainasi yang baik, tidak memiliki salinitas yang tinggi serta bebas dari hama dan penyakit. Praktikum ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh tekstur tanah terhadap pertumbuhan dan produktivitas hijauan pakan.

2.Materi Dan Metode

Alat-alat yang digunakan untuk pengamatan pengaruh tekstur tanah terhadap kemampuan produksi diantaranya cangkul, polybag, label, spidol, meteran dan alat untuk menyiram air. Bahan yang digunakan untuk pengamatan ini adalah bahan tanaman rumput gajah, tanah liat, pasir dan pupuk kandang.
Hal pertama yang perlu disiapkan yaitu media tanam untuk rumput gajah tersebut. Media tanam disini adalah tanah pasir, tanah liat dan tanah remah. Kemudian muluut polybag dilipat keluar 3 cm dan tanah dimasukan sampai batas bawah lipatan. Untuk tanah remah ini dibuat dengan cara diisi dengan tanah liat yang dicampur 500 gr pupuk kandang. Selanjutnya masing-masing polybag diberi label sebagai penanda perlakuan.
Setelah media tanam selesai, berikutnya stek dimasukan ke dalam tanah dengan posisi agak dimiringkan dengan salah satu node terbenam dalam tanah. Setelah tunas tumbuh selama 2 minggu, dilakukan pengukuran terhadap tinggi vertikal dan jumlah daun dari masing-masing perlakuan. Pengukuran dilakukan sampai 7 kali pengamatan.
Ketika memasuki waktu panen, batang dipotong 10 cm dari permukaan tanah , kemudian akar dibersihkan dari tanah yang menenpel. Berat bagian tanaman yang dipotong 10 cm dari bagian permukaan tanah ditimbang. Langkah selanjutnya, akar, batang, dan daun ditimbang dan dicari persentase perbandingan antara berat akar, edible dan non edible dengan berat total panen.

3. Hasil dan Pembahasan

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dibagi menjadi faktor genetis dan lingkungan. Salah satu faktor lingkungan Yang diamati adalah tekstur tanah. Hasil yang diperoleh dari pengamatan menunjukan bahwa rumput yang ditanam pada media remah memiliki kecepatan tumbuh yang paling baik. Hal ini dapat dilihat pada parameter uji tinggi vertikal. Selain itu, pada media tanah remah terjadi pertumbuhan gulma yamg paling banyak dibanding yang lain. Jumlah daun dan tingkat warna daun dapat dilihat pada tabel 1.1. Adapun grafik pertumbuhannya dapat dilihat sebagai berikut.

1.1 Tabel hasil pengamatan rumput gajah setiap minggu
1.2
Minggu ke
(tanggal) Perlakuan Tinggi vertikal* Jumlah daun* Warna daun** Gulma*
22-09-2011 Pasir 38 11 ++ –
Remah 55 6 + 16
Liat 52,5 6 + 1
29-09-2011 Pasir 55 15 +++ –
Remah 75 7 +++ 6
Liat 69 7 +++ –
06-10-2011 Pasir 67 15 +++ –
Remah 90 9 +++ 6
Liat 86 9 +++ –
13-10-2011 Pasir 86 17 +++ –
Remah 130 10 +++ 3
Liat 117 10 +++ –
03-11-2011 Pasir 81 15 +++ –
Remah 103 7 +++ –
Liat 96 7 +++ –
10-11-2011 Pasir 86 14 +++ –
Remah 144 9 +++ 2
Liat 118 7 +++ –
17-119-2011 Pasir 85 14 ++ –
Remah 116 7 +++ –
Liat 149 7 +++ –
Keterangan: *kuantitatif
**kualitatif

1.1 Grafik Pertumbuhan Rumput Gajah

Setelah pemanenan, diperoleh hasil bahwa produksi rumput yang ditanam pada media remah memiliki persentase bobot edible tertinggi yaitu 45,13%, dengan media pasir sebesar 26,50% dan media liat sebesr 28,93%. Sedangkan untuk persentase bobot non ediblenya yaitu 54,87% untuk remah, untuk media liat 71,07%, dan untuk media pasir sebesar 73,49%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media tanah remah merupakan media yang paling baik untuk pertumbuhan dan produktivitas hijaun pkan. Hal ini sesuai dengan pendapat Hillel (1980) yang menyatakan bahwa, kesesuaian menyeluruh suatu tanah sebagai medium pertumbuhan tanaman tidak hanya tergantung pada keberadaan dan jumlah nutrisi kimia dan adanya toksisitas, tetapi juga atas keadaan dan mobilitas air dan udara, sifat-sifat mekanis tanah serta temperaturnya. Tanah harus remah dan cukup gembur untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman.

Secara lengkap, hasil produksi disajikan dalam Tabel 1.2

Tabel 1.2. produksi rumput gajah pada tekstur tanah yang berbeda

Parameter
Produksi Berat Persentase
Pasir Remah Liat Pasir Remah Liat
Akar 1,20 0.40 0,37 26,72% 46,72% 26,50%
Non edible 3,30 1,35 1,72 73,49% 54,87% 71,07%
Edible 1,19 1,11 0,7 26,50% 45,13% 28,93%

Hasil produksi yang paling sedikit diperoleh pada rumput yang ditanam pada media pasir dan tidak berbeda jauh dengan rumput yang menggunakan media liat, namun keduanya masih cukup jauh jika dibandingkan dengan persentase bobot edible pada media remah. Hal ini sesuai dengan pendapat Adiwiganda (1998), yang menyatakan bahwa Tekstur dan struktur tanah adalah ciri fisik tanah yang sangat berhubungan. Kedua faktor ini dijadikan parameter kesuburan tanah, karena menentukan kemampuan tanah tersebut dalam menyediakan unsur hara. Tanah bertekstur kasar memiliki kemampuan yang kecil sekali dalam menyimpan dan menyediakan unsur hara, sebaliknya tanah yang mengandung liat yang cukup lebih akan mampu menyimpan dan menyediakan unsur hara.

4.Kesimpulan

Media remah merupakan media terbaik dibandingkan media pasir dan liat, hal ini dilihat dari pertumbuhan rumput yang diuji dan persentase bobot edible yang dihasilakan pada saat panen.

5.Daftar Pustaka
Adiwiganda, R. 1998. Pertemuan Teknis Kelapa Sawit 2005. Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Medan. Hal. 27-29.
Danu dan Nurhasybi. 2003. Potensi Benih Generatif dan Vegetatif dalam Pembangunan Hutan Tanaman. Makalah Temu Lapang dan Ekspose Hasil-Hasil Penelitian UPT Badan Litbang Kehutanan Wilayah Sumatera.Palembang.
Hakim, N., M.Y. Nyakpa, A.M. Lubis, S.G. Nugroho, M.A. Diha, Go Ban Hong dan H.H Bailey. 1986. Dasar- Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung. Hal.46 – 137.
Hillel, D. 1980. Introduction to Soil Physics. Department of Plant and Soil Sciences, University of Massachusetts, Armhest, Massachusetts

Juhardi, D. 1995. Studi Pembiakan Vegetatif Stek Pucuk Shorea selanica BL dengan Menggunakan Zat Pengatur Tumbuh IBA pada Media Campuran Tanah dan Pasir.Skripsi Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.(Tidak dipublikasikan).
Leiwakabessy, F. M. 1998. Kesuburan Tanah. Jurusan Tanah. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor, Bogor. 294 hal.
Rachman, Sutanto. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah . Kanisius: Yogyakarta
Rohlini dan Soeprapto Soekodarmodjo. 1989. Pengaruh Pemberian Bahan Organik, Kapur dan Ferrisulfat terhadap Beberapa Sifat Fisik Tanah Kaitannya dengan Pertumbuhan Tanaman pada Lahan Kritis. Berkala Penelitian Pascasarjana UGM No.2 (1B), Yogyakarta. Hal 185 – 195.
Setiawan, A. 1996. Memanfaatkan Kotoran Ternak. Penebar Swadaya. Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s