Sapi Bali atau Simental, pilih mana…?

Posted: September 6, 2012 in Tugas kuliah

Sapi Bali merupakan keturunan dari sapi liar yang disebut banteng ( Bos sondaicus) yang telah mengalami proses domestikasi selama ratusan tahun. Sapi Bali dewasa dapat mencapai tinggi badan 130 cm dengan bobot badan jantan dewasa berkisar 350-400 kg, sedangkan betina dewasa berkisar 250-300 kg. Namun dengan pakan yang lebih baik sapi bali jantan pada umur 6-8 tahun dapat mencapai bobot badan 450 kg. Keunggulan sapi bali dibandingkan dengan sapi-sapi lokal lainnya yaitu memiliki fertilitas, adaptabilitas terhadap lingkungan dan produksi karkas yang tinggi Sedangkan kelemahannya yaitu birahi kembali setelah melahirkan panjang, interval beranak panjang dan rentan terhadap beberapa jenis penyakit.
Sapi bali memiliki persentase karkas yang tinggi dengan perbandingan daging dan tulang 4,4:1. Namun tingkat kematian pedet sebelum sapih mencapai 15-20%. Potensi kenaikan bobot badan harian 0,66-0,8 kg/hari. Lama penggemukan 3-5 bulan. Bobot bakalan 200 kg/ekor. Mampu menghasilkan anakan setiap tahun. Karkas 56,9 %. Kategori sapi kecil dengan bobot dewasa 300-440 kg/ekor. Sapi Simmental berasal dari Switzerland dengan cirri ukuran tubuh besar, pertumbuhan otot bagus, penimbunan lemak dibawah kulit rendah. Berat sapi betina mencapai 800 kg, dan jantan mencapai 1.150 kg. Kategori sapi besar, dengan bobot jantan mencapai 1200 kg dan betina mencapai 800 kg/ekor, Bobot bakalan 250-300 kg/ekor dengan karkas 50%.
Bakalan 200 kg/ekor
PBBH 0,5 kgx150 hari
275 kg/ekor
Sapi bali sudah siap potong dengan bobot 275 kg.

Bakalan 350 kg/ekor
PBBH 1,4 kgx150 hari
560 kg/ekor
Sapi simental belum siap potong dengan berat 560 kg/ekor.
Artinya, jika diharapkan bobot potong 1.050 kg maka diperlukan waktu 500 hari yang berarti 3,3 kali siklus pemeliharaan sapi bali. Jika bobot daging 30% bobot hidup maka :
Simmental 1.050kg/ekor x 30 % x 60.000 = Rp. 18.900.000
Sapi Bali 275 kg/ekor x 30 % x 60.000 = Rp. 4.950.000 x 3,3 (siklus) = 16.335.000
Selisih Rp.2.565.000

Maka dapat disimpulkan bahwa perputaran uang lebih cepat terjadi pada sapi Bali dibandingkan sapi Simmental. Selisih keuntungan tidak terlalu jauh diantara keduanya. Hal ini jika dilihat bahwa sapi bali lebih cocok dikembangkan di Indonesia karena kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang baik jika dibanding sapi Simmental karena Simmental merupakan sapi subtropis sehingga harus dipelihara dengan biaya ekstra.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s